Tentang Blog PPWSKIA

Dear Teman Teman semua,

Senang sekali bisa membaca semua komentar dan masukan masukan di dalam program penelusuran PWS KIA ini. Seperti kita ketahui semua di dalam salah satu RTL mini University yang kita adakan di bandung salah satunya adalah pembentukan Website PWS KIA. sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih untuk pak Nurdin yang sudah memberikan blog pribadinya dengan nama PPWSKIA demi kepentingan teman teman di daerah kalau ada kesulitan dalam menjalankan software. Sehingga untuk sementara ini, Blog ini dapat dipergunakan untuk updating software, dan memecahkan masalah dalam menjalankannya dan juga untuk mengirimkan data dan bertukar pikiran dalam menganalisa data.

Salam

dr. Endang Widiastuti

28 Tanggapan to “Tentang Blog PPWSKIA”

  1. cik kim Says:

    SALAM KENAL SAYA : CIK KIM

    Mungkin saya pernah ketemu dgn dr.Endang UNICEF, begitu yang saya biasa dengar. (Semoga ini benar dr. ENDANG yang sering berkiprah di UNICEF).

    Begini dr.Endang, Maaf, Saya sangat sangat terganggu dengan adanya PPWS_KIA. terus terang saja. Kami sedang mengelola SIMPUS, (dengan segala aspek sosiotehnis -nya). Awalnya pada SIMPUS kami, sudah tersedia modul KIA yang keluarannya antara lain KOHORT. Namun dengan adanya PPWS-KIA, dengan terpaksa kami DELETE.

    Seiring waktu berjalan, ada permintaan SINKRONISASI PPWS-KIA dengan SIMPUS. Hal tersebut kami tanggapi dengan semangat, karena ini artinya kemajuan sistem informasi kesehatan.

    Namun bersamaan itu pula, ternyata banyak masalah yang bersumber dari konsep dan oknum PPWS-KIA yang membuat pekerjaan kami mengelola SIMPUS terganggu.

    Jujur saja. Pengelolaan SIMPUS memang tidak dibekali dana yang besar, seperti dana UNICEF. Namun masalah-masalah dari PPWS_KIA tadi menguras tenaga, pikiran, waktu dan dana yang tidak sedikit. Kerusakan alat, kekacauan SIMPUS, pernyataan penghinaan dan lain sebagainya.

    Mulanya, kami berusaha melayani untuk mensinkronkan. Namun ternyata, kami (saya dan teman pengelola SIMPUS) sudah give up. Capek, sakit hati, bangkrut, tersia-sia waktunya hanya untuk membereskan masalah yang berkaitan dengan PPWS-KIA dengan SIMPUS.

    PPWS_KIA baik, namun, pengalaman pahit saya mengatakan, saat ini belum perlu ada upaya SINKRONISASI PPWS_KIA dengan SIMPUS. Mungkin bertahun tahun lagi.

    atau bahkan tidak perlu.

    karena data PPWS-KIA memang tidak perlu di SHARING-kan pada program lain. dan di Puskesmas, Bidan memang harus entri data 2 kali. Pada SIMPUS (karena itulah data kinerja pelayanan PKD dia yang evidence-based) dan di PPWS-KIA.

    Perkara Bidan nya capek,,,,,,, ya memang itu sudah tugasnya kan ?

    Atau UNICEF akan menanggapi dengan membangun SIMPUS versi UNICEF ?.

    Trims banget, maaf saya lancang, namun saya mengharapkan suatu ketika dapat bertemu langsung.

  2. Farhan Herli Says:

    kami sangat berharap Website PWS KIA segera terbentuk, agar kegiatan kami di lapangan segera dapat dilaporkan ke depkes. Hingga depkes bisa melihat secara rinci cakupan kami selama ini ( boleh saja prof banten “hitam”), tetapi puskesmas kami belum tentu… he..he..he..
    Do. Puskesmas DTP Cipanas-Lebak

  3. ppwskia Says:

    Pak Farhan, terima kasih, kami tunggu laporan cakupannya yah supaya kami juga bisa belajar dari Puskesmas Cipanas

    Salam

    E

  4. ppwskia Says:

    Terima kasih atas masukkannya, saya sedang mepelajarinya. Mungkin kita bisa bertemu satu saat nanti untuk berdiskusi lebih jauh

    Salam

    E

  5. ppwskia Says:

    Kalo boleh tahu sedang mengimplementasikan simpus dimana? Barangkali kami bisa membantu sesuai kemampuan kami.

    Nurdin Yahya.

  6. satrio w Says:

    salam sejahtera pak nurdin dan kawan-kawan.
    terima kasih telah dibuat blog ppwskia jadi temen-temen yang mengalami permasalahan dan punya pengalaman menarik dalam implementasi dapat saling bertukar pikiran disini. o ya pak kalo boleh usul gimana kalo software ini bisa dikompilasikan dengan software yang mengakomodir masalah sistem informasi puskesmas. syukur -syukur di software kartini ini bisa ditambahkan fitur untuk memasukkan data yang berkaitan dengan pemeriksaan pasien soalnya pak pasien di puskesmas kan tidak hanya ibu hamil masih banyak golongan pasien yang lain…terima kasih banyak sebelumnya

  7. ani Says:

    salam kenal buat temen – temen semua di ppwskia
    terima kasih atas informasi – informasi yang ditampilkan di blog ppwskia. o ya foto – fotonya kurang banyak lho,kok foto saya ga ada,he….he…he…
    saya setuju dengan usul mas satrio, jadi software ini nanti diharapkan bisa mengakomodir semua permasalahan manajemen informasi di puskesmas trus jangan lupa ya pak nurdin print out laporannya, jadi nanti kalo kami mo kirim data ke dinas dah bisa langsung di print, ga perlu ketik ulang. pokoke yang kayak di kartini itu lho laporane. waduh kok permintaan saya banyak, maaf ya pak ini kan demi bangsa dan negara kita. terima kasih.

  8. moko Says:

    menanggapi masukan dari cik kim.

    “Seiring waktu berjalan, ada permintaan SINKRONISASI PPWS-KIA dengan SIMPUS. Hal tersebut kami tanggapi dengan semangat, karena ini artinya kemajuan sistem informasi kesehatan.

    Namun bersamaan itu pula, ternyata banyak masalah yang bersumber dari konsep dan oknum PPWS-KIA yang membuat pekerjaan kami mengelola SIMPUS terganggu. “

    dalam pengembangan sistem informasi (tidak hanya terbatas pada sistem informasi kesehatan), harus selalu mempertimbangkan kebaikan dan keburukan, kelebihan dan kekurangannya, keunggulan dan kelemahannya. semua dianalisis secara detail (analisis SWOT mungkin), sehingga akan memberikan suatu kesimpulan terbaik diantara yang baik.
    apabila kita hanya melihat pada kebaikan dari diri kita sendiri (program yang kita bagun red.), tanpa memperhatikan kelemahannya, maka yang terjadi adalah ketidak terimaan kita terhadap :
    1. program yang kita bangun penuh dengan kelemahan.
    2. penawaran program lain yang lebih baik, atau bahkan jauh lebih baik dari sistem/ program yang kita bangun.

    mungkin cik kim bisa bisa menerangkan kelebihan dan kekurangan dari SIMPUS yang dibangun, dan menerangkan kelebihan dan kelemahan dari program PPWS KIA yang dibangun UNICEF.

    dr endang CS (nurdin yahya cs), bisa menerangkan kelebihan dan kelemahan dari program PPWS KIA yang dibangun, dan menerangkan kelebihan dan kekurangan dari program SIMPUS.

    apabila ini dilakukan mungkin tuduhan dari cik kim terhadap oknum PPWS KIA, bisa diluruskan.

  9. Direktorat Kesehatan Ibu, Depkes Says:

    Kepada,
    Teman-teman
    Data Operator Puskesmas

    Kami dari Direktorat Kesehatan Ibu, Depkes ingin meminta tolong untuk dikirimkan data PPWS KIA, untuk kami analisa dan pelajari. Data tolong dikirimkan ke email Unicef.Depkes@gmail.com

    Thanks

  10. ratini Says:

    CD installer PPWSKIA nya gak bisa untuk install, ada pesan problem di kartini.exe tolong solusinya, makasih

  11. Kumajaya Says:

    Saya sangat senang telah mendapat program Simpus dan ppwskia dengan program Kartininya, setelah saya jalankan program ini ternyata sangat bagus dan membantu dalam pengembangan sistem informasi Puskesmas, betul kata pa Farhan !!!!! lebak hitam tapi belum tentu dengan kami karena saya rasa seletah berjalan program Simpus dan ppwskia dengan satu server ternyata manfaatnya, banyaaaaaak sekali tentang laporan jika memang diharuskan dilaporka langsung ke Depkes RI saya siap laporkan melalui e-mail yang disaratkan, terimakasih salam kenal saya Kumajaya Puskesmas DTP Leuwidamar.

  12. ppwskia Says:

    Wah, senang mendengarnya. Sudah dapat sejak kapan pak program simpus+ppwskia? sudah jalan berapa bulan?
    kami sedang mengembangkan integrasi laporan online-nya skrg. Coba cek di http://www.dinkesbintan.org
    Memang belum selesai tapi dalam tempo 1 bulan insyaAllah puskesmas dan dinas bisa melihat laporan SIK
    secara online.

    Nurdin Yahya,
    KYS Techno Solution – Jogja.

  13. FarhanHerli Says:

    yth.pak nurdin,
    simpus yg bapak integrasikan apakah versi pak nurdin sendiri, atau simpus yg selama ini dah beredar ???
    kalo simpus pak nurdin boleh donk kita ajarin…
    o, ya sbg informasi. Kami di prov banten (bersama dr kodiat, wahyu dkk)baru saja menyelesaikan monev ppwskia di 5 pkm dari 5 kab/kota tgl. 22-26 maret 10. bahkan rencananya akan ada pengembangan di 6 pkm kota tangerang tgl 6-8 aprl 10. di cilegon,kab.tangerang&serang tahun 2011.
    hasil monev: lumayan mendapat apresiasi yg baik, meski blm sempurna.

  14. FarhanHerli Says:

    Pendapat Pkm Cipanas-Lebak ttg PPWSKIA:
    – software pwskia (kartini) merupakan alat bantu management PWSKIA yg lebih banyak manfaat ketimbang kesulitan didalamnya (bukan teori).
    -kami membutuhkan software ini. (karena kalau tidak merasa butuh, software ini sudah kami buang jauh-jauuuh)
    -Hasil entry data kami belum bisa dibanggakan dari segi kwalitas, tetapi paling tidak, kami sudah berproses cukup lama ( kira2 dua th) dan konsisten
    -Tolong dong, kasi supoooort gitu..
    -Mudah2-an, dg software ini data kami bukan data sampah lagi ..

  15. ppwskia Says:

    Hmm… harus begitu pak. Kalau setiap daerah ada orang bersemangat kayak pak farhan maka kurang dari 2 tahun saya kira sudah banyak hasil yang akan di peroleh. Luar biasa..

  16. Kumajaya Says:

    Betul Kata Pa Farhan bahwa software ppwskia dan Simpus ini sangat bermanfaat bagi pengembangan informasi Puskesmas , namun benar juga masih banyak kesulitan yang kita memerlukan keuletan dan ketekunan kita, saya berharap keintegrasian antara ppwskia dengan Simpus , namun tetap harus ada pelatihan bagi Operator dan teknisi di Puskesmas, terimaksih

  17. FarhanHerli Says:

    @ pak kumajaya : setujuuuuu…!!!
    @ pak nurdin : ah,bapak.. bisa ajaaa…. saya jadi enak nih..

  18. Kumajaya Says:

    Iya dong pa Farman masalahnya ketika ada trable teknisi kita yang harus bisa mengatasinya

  19. FarhanHerli Says:

    tapi pak kum.. justru dengan banyaknya trouble, ilmu kita makin bertambah. asal tentu saja harus banyak nanya sm pak nurdin.. dan satu waktu saya juga pengen diajarin cara membuat nuklir, oke pak nurdin??…. he..hee..

  20. ppwskia Says:

    Gmana kalo kawan-kawan buat semacam silabus berdasarkan pengalaman teknis implementasi tentang hal-hal yang ingin di pelajari. Nanti saya akan coba posting pembahasannya. Kalo masalah nuklir, nanti kalau pada ikutan bisa-bisa densus 88 ngejar kita semua. Sabar aja dulu, jihad akan kita lanjutkan. Sekarang waktunya konsolidasi terlebih dahulu🙂

  21. amti itsna Says:

    assalamu’alaikum…
    pak nurdin, saya dari puskesmas bojongsari-losari-brebes,,
    mau nanya, saat saya menuliskan data kader dan dukun setelah disimpan, data tersebut tidak mau muncul di folder posyandu..sedangkan di identifikasi wus muncul, ko bisa begitu ya pak?..
    trus ternyata setelah dilihat di bagian identifikasi wus ada kesalahan dalam menulis nama kader, kira-kira pemecahannya bagaimana?..sedangkan di folder posyandu nama tsb tdk muncul. mohon bantuannya pak

  22. ppwskia Says:

    Kalau saya perhatikan kasusnya mungkin bukannya gak muncul. Hanya saja, data kader dan dukun adalah data yang basisnya diambil dari posyandu. jadi kalo mau lihat data dukun dan kader klik dulu posyandunya.
    Silahkan dicoba. Kalo masih masalah sms aja insyaAllah akan saya bantu via call. Smoga bisa membantu.

  23. diksi Says:

    Assalamualaikum..
    Tolong kasih tau instal/seting kartini untuk komputer client agar bisa terhubung dengan komputer server.
    Terima kasih.

  24. ppwskia Says:

    1. Pastikan bahwa jaringan LAN/WIFI antar PC sudah OK
    2. Tentukan terlebih dulu komputer yang akan di jadikan server.
    3. Tandai komputer server dengan memberi alamat IP adress 192.168.0.1
    4. Untuk komputer client gunakan IP addres selain itu dengan kelas ID yang sama misalnya 192.168.0.2 dst.nya
    5. Pada Komputer server install semua program (MySQL, Database, ODBC, Kartini) sedangkan pada komputer client cukup kartini dan ODBC saja.
    6. Kalo koneksi antar komputer sudah lancar dapat dilihat dengan cara melakukan test koneksi jaringan dengan metode ping dg menggunakan program command atau langsung menuliskan perintah sbb:
    ping [spasi] 192.168.0.1
    Jika jawabannya adalah Reply from 192.168.0.1….
    maka diartikan koneksi jaringan sudah lancar. Namun jika jawabannya selain itu maka silahkan lakukan perbaikan jaringan terlebih dahulu.
    7. Dari PC Client buka program Setup Koneksi dari Menu Start->All Program->Penelusuran PWSKIA. Atur setting koneksi menjadi
    Server : 192.168.0.1
    database : ppwskia
    port : 3307 -> Sesuaikan dengan waktu install mysql
    8. Lakukan pengetesan koneksi ke Database MySQL dengan menekan tombol Test. Jika muncul pesan: “Koneksi Berhasil” maka program Kartini sudah bisa digunakan dari jaringan.

    Selamat mencoba.
    Kalo masih bingung silahkan memberi koment kembali dan akan kami kirimkan manual membangun jaringan LAN. Semoga bermanfaat.

  25. Jojok Says:

    alo omm gimana kabar nya🙂

  26. HARYONO Says:

    Kapan sih Unicef Ada pertemuan lagi

  27. abdul lathif sampurna Says:

    sobat semua nya mau memperkenalkan Sistem Pelaporan Data Kesga Online(Dinas Kesehatan) berbasis Online : softwere ini Merupakan Sistem pelaporan data kesga setiap puskesmas dalam suatu kabupaten yang mencakup data mengenai : Data tentang ibu,tentang anak,Tentang KB,sarana Di tingkat pelayanan dasar,data pencegahan penyakit,kekerasan terhadap perempuan,fasilitas rujukan primer,data tenaga kesehatan,data UKS,Data Remaja,Data kematian secara online melalui website. manfaat dari SISTEM INFORMASI DATA KESGA ONLINE adalah memudahkan pihak puskesmas,kabupaten dan pihak propinsi untuk mengontrol data kesehatan pada wilayahnya.

    Prinsip Kerja dari Softwere ini adalah data tentang kesga di entri oleh setiap puskesmas dalam suatu kabupaten dan secara otomatis akan menampilkan laporan pada level puskesmas dan pada level kabupaten dan Propinsi. jika ini terjadi maka hasil nya adalah setiap daerah bisa mengecek dan melihat laporan data tentang kesga secara Real-TIme melalui Website. tidak perlu install sofwere di setiap puskesmas anda hanya butuh user dan password untuk mengakses WEB.

    untuk melihat demo aplikasi silahkan klik http://kesga.abdullathifsampurna.com user :demo password demo.

  28. Yadi Says:

    Ass..

    Perkenalkan nama saya Yadi, DO DKK Cilegon yang baru..
    Izinkan untuk bertukar pikiran.
    Begini ceritanya ^^
    Saya mengalami permasalahan dalam integrasi data dari Kartini v.1 ke dalam Kartini v.2..
    walau sudah di beri wejangan oleh Bpk. Wahyu dan teman” dr prop. Banten masih blm ok kayaknya..

    Untuk itu saya akan mencoba menceritakan permasalahannya..

    Contoh :
    Misal ada 4 Puskesmas, saya beri nama A, B, C & D\
    nah di sini Puskesmas A dan B memakai program kartini v.2. sedangkan puskesmas C & D memakai kartini v.1
    Sekarang saya akan masuk ke control menu DKK didalam program Kartini v2.

    Masing” puskesmas sudah di minta untuk mengirimkan laporan tiap bulan oleh DKK setempat (red. Cilegon) dan saya sebagai DO DKK sekarang sudah memiliki data terakhir pada bulan Februari tahun 2013

    Mulai..
    Dalam tahapan import integrasi tidak ada masalah, tetapi saat saya ingin menampilkan ‘Laporan Register KIA’ & ‘Laporan Kohort’ ada beberapa permasalahan yang muncul, seperti :

    1. Kenapa pada Puskesmas C dan D tidak tampak di dalam ‘Laporan Register KIA’? padahal data kedua puskesmas tersebut sudah saya integrasikan kedalam Program Kartini.

    2, Kenapa di dalam ‘Laporan Kohort’ Puskesmas ‘D’ tidak muncul record laporannya? padahal Puskesmas ‘C’ yang memiliki kesamaan aplikasi atau Kartini v.1 bisa terlihat.

    Hal-hal yang sudah dilakukan..
    1. Karena struktur data yang berbeda di dalam Kartini v.1 & v.2, maka harus melakukan update struktur database pada Kartin v.1 untuk menyetarakan data pada database Kartini v.2. Dalam hal ini menggunakan aplikasi UpdateDB.exe

    permasalahannya yang muncul pada saat mengupdate database (Contoh Puskesmas D) yaitu:
    – Terdapat pesan error pada saat saya masuk ke menu KIA >> Puskesmas >> Pelayanan
    Pesannya sebagai berikut :

    [MySQL][ODBC 3.51 Driver][mysqld-5.5.13]Table ‘cibeber.kys_m_kader’ doesn’t exist

    pertanyaannya,
    1. Apakah harus saya Update Database Puskesmas (C dan D) juga agar dapat menyamakan struktur database yang ada dalam Kartini v.2, padahal setelah saya update hasilnya seperti yang ada di atas.!?

    Jika saya diharuskan update struktur :
    1. Saya harus berapa kali mengulang dalam import data integrasi, sedangkan waktu yang dibutuhkan sangat menyita dan hasilnya sama (Error).
    2. apakah aplikasi UpdateDB yang saya gunakan masih mengikuti struktur lama apa sudah mengikuti struktur yang baru?

    mungkin sekian dulu pertanyaan dari saya, terima kasih karena di berikan kesempatan bertukar pikiran atau setidaknya merealisasikan aplikasi Kartini ini.
    di tunggu masukan dan koreksinya..
    terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: